by

Dinkes Temu Kader Posyandu dan Posbindu di Puskesmas Gedong Panjang

Hallosukabumi.com, Citamiang – Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menggelar pertemuan dengan para kader posyandu dan posbindu membahas tentang Survey Mawas Diri di lingkungan UPT Puskesmas Gedong Panjang Kota Sukabumi, hari Senin (26/10/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ahmad Fahmi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr. Rita Fitrianingsih, M.Kes.

Wali Kota Sukabumi menandaskan, kesehatan merupakan salah satu program utama  pemerintah pusat. Namun, kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tugas kita semua. Dijelaskan pula, salah satu ciri pembangunan yang baik adalah semakin sejahtera warga di suatu wilayah. Kesehatan sangat terkait dengan perilaku seseorang. Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka mengevaluasi kondisi lingkungan sekitar. Pemerintah Kota Sukabumi menginginkan tingkat kesehatan di setiap wilayah dapat terus meningkat dengan perilaku masyarakat yang sadar menerapkan PHBS dengan baik.

 

Sementara itu, kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dr. Rita Fitrianingsih M.Kes, menjelAskan Survei Mawas Diri (SMD) adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan yang dilakukan oleh kader dan tokoh masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan. Kegiatan  ini bertujuan untuk mendapatkan informasi serta mengidenfikasi masalah dan mengumpulkan potensi yang ada di masyarakat, dan untuk selanjutnya permasalahan dan potensi yang ada akan menjadi bahan pengusulan pada Musrembang Keluaran Tahun 2022.

Dijelaskan pula, Puskesmas Gedong Panjang membawahi 2 kelurahan. Adapun permasalahan yang ada di lingkungan Puskesmas Gedong Panjang diantaranya, pencapaian indek keluarga sehat baru mencapai 50 persen. Pelayanan kesehatan cukup baik, namun ada beberapa titik yang harus dilakukan upaya bersama untuk mendorong peningkatan kesehatan, salah satunya adalah masalah jamban. Masyarakat yang berada dibawah binaan Puskesmas Gedong Panjang baru 56 persen yang memiliki jamban. Dari jumlah tersebut, baru 36 persen yang masuk kategori jamban sehat. Akibat jamban dan MCK yang tidak sehat, sekitar 10 persen balita yang berada dibawah binaan Puskesmas Gedong Panjang mengalami stunting. (skb)

News Feed