by

Gubernur Jawa Barat Melarang Balita & Lansia Divaksinasi

Hallosukabumi.com, Depok – Sebagian warga Depok akan dilakukan vaksinasi untuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19 mulai November 2020. Namun, tidak semua golongan umur yang bisa di vaksinasi.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hanya penduduk usia 18-59 tahun yang boleh divaksinasi pada pemberian vaksin tahap pertama. Atau hanya 65 persen dari total penduduk Indonesia yang berhak mendapatkan vaksin.

 

“Sesuai hasil kajian, kalangan masyarakat yang akan diberi vaksin adalah usia 18-59. Untuk usia dibawah 18 tahun dan di atas 59 tahun harus menggunakan rekomendasi dari dokter,” kata Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksinasi Covid-19, di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

Sebab, vaksin yang diteliti oleh Bio Farma selaku produsen tunggal dalam negeri, menggunakan relawan di rentang usia 18-65 tahun.

“Karena relawannya tidak ada yang balita. Semua relawannya usia 18-65 tahun, jadi kalo berhasil, ya berhasilnya di usia (18-59 tahun) itu,” katanya.

Dampaknya adalah akan lahir kekebalan kelompok (herd immunity). Teorinya, penerima vaksin akan menyelamatkan tetangganya yang tidak menerima vaksin.

“Kalau sekarang ngga pakai vaksin, Covid-19 ini tular menular terus menerus. Maka yang sudah diberi vaksin, dia jadi benteng kepada yang belum di vaksin walaupun bergaul atau berkerumun dengan orang-orang yang kena Covid-19,” jelasnya.

Terkait distribusi vaksin tahap pertama, Kang Emil meminta 3 juta dari total 9.1 juta vaksin untuk daerah epidemologi tinggi yaitu Bodebek. Dari 3 juta vaksin Bodebek tersebut, 300 ribu diantaranya akan diberikan kepada warga Depok.

“Siap yang 300 ribu ini, yaitu tenaga kesehatan, TNI/Polri, profesi yang interkasinya rawan seperti petugas stasiun, petugas terminal, petugas teller hingga warga umum di zona yang rawan (zona merah),” tandasnya. (rad)