by

Gubernur Resmikan SPKLU Sumbangan PLN di Gedung Sate

Hallosukabumi.com, Bandung – Stasiun Pengisian  Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) pertama dibangun di kawasan Gedung Sate Bandung, sumbangan dari PT PLN (persero). Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meresmikan tempat pengisian daya bagi mobil listrik itu, Senin (02/11/2020).

“Ini menjadi simbol perubahan gaya hidup yang lebih responsif terhadap kebencanaan. Bencana itu salah satunya karena konsumsi energi fosil, dengan energi listrik setidaknya ikut mengurangi penggunaan energi berbahan baku fosil. Mobil listrik sudah lama ada namun pengembangannya terhambat karena lobi-lobi konglomerat, tapi sekaramg mau tidak mau harus dilakukan,” tegasnya.

 
BACA JUGA :  Akhirnya Sintha Dec Checawaty Memimpin Kadin Kabupaten Bogor Periode 2021-2026

Ia mengatakan dengan menggunakan mobil listrik maka akan terjadi penghematan dalam penggunaan BBM. Jika menggunakan mobil listrik dengan jarak 300 KM akan membutuhkan BBM seharga Rp250 ribu. Tapi dengan mobil listrik hanya memerlukan biaya sekitar Rp50 ribu.

“Tantangannya adalah masih terbatasnya stasiun pengisian listrik. Selain itu harga kendaraan juga relatif lebih mahal. Dimasa depan ituharus dicari solusinya, ” tuturnya

BACA JUGA :  Akhirnya Sintha Dec Checawaty Memimpin Kadin Kabupaten Bogor Periode 2021-2026

Sementara itu Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan PT PLN Bob Saril mengatakan untuk mengisi daya listrik bisa dilakukan di rumah sendiri dengan syarat memiliki daya 1.300 Kwh untuk motor dan 3.500 Kwh untuk mobil.

“Kami tentunya juga akan terus menambah SPKLU, saat ini baru satu di Gedung Sate karena baru ada kendaraan mobil listrik disini,” jelasnya.

Ia menyebutkan stasiun pengisian listrik umum atau SPLU di Jabar saat ini sudah mencapai ratusan titik. Ia pun mengajak pihak swasta untuk memperbanyak SPKLU atau SPLU ubtuk memudahkan masyarakat.

BACA JUGA :  Akhirnya Sintha Dec Checawaty Memimpin Kadin Kabupaten Bogor Periode 2021-2026

Ia juga menyebutkan potensi penggunaan kendaraan listrik baik motor atau mobil sangat besar sehingga menjadi potensi investasi dimasa depan.

“Taruhlah 10 persen kendaraan saat ini akan beralih ke listrik maka potensinya 600 MW, deman PLN pun akan semakin baik,” tegasnya. (jbr)

News Feed