by

Ini Akibatnya, Jika Fungsi Pengawasan Barang Tidak Berjalan

Hallosukabumi.com – Tadi kulakan barang dagangan, ketemu Indra. Dia sudah duluan transaksi pemesanan dagangan di bagian dalam agen distributor.

Setelah bertegur sapa ngobrol sebentar, dia langsung pamitan karena barang dagangannya sudah jadi.

 

Dua puluh menit kemudian ia balik lagi ke agen distributor.

“Loh kenapa dra, balik lagi?” tanya saya.

“Ia nih leh, barangnya ada yang rusak. Pas saya buka di warung. Saya tuker dulu ya,” jawab Indra

“Ya silahkan,”

Selesai mengganti barang yang rusak, Indra menemui saya yang masih duduk menunggu antrian.

“Duh pelayanannya ini sangat mengecewakan. Barang yang rusak kok dilayanin ke pembeli. Harusnya ditaruh di tempat khusus untuk barang-barang yang rusak,” gumamnya

“Kan kita-kita jadi rugi waktu dan tenaga juga. Belum lagi bensinnya. Payah,” ucapnya kesel.

“Hehehe sama saya juga pernah kayak gitu, nunggunya lama eh pas sudah jadi barang pesanannya ternyata tidak sesuai sama apa yang saya minta. Saya cek di warung ada aja barang pesanan rentengan yang nggak utuh putus satu, dua biji. Bahkan ada yang salah dinotanya barang A, dilayaninnya barang B, aduuh,” kata saya.

“Kalau siang kan di sini panas banget, bolak-balik kayak gini kan lumayan ongkeb,” keluhnya.

“Memang sih kalau saya lihat, barang keluar dari pabrik itu sebenarnya utuh. Hanya saja ketika barang diturunkan dari mobil truk ekspedisi dan dibongkar muat kejadian kerusakan itu pasti ada. Biasanya kuli bongkar muat ceroboh, barangnya jatuh, diinjek-injek, kadang ada yang dibanting-banting, ya gitu lah saya ngeliatnya aja risih,” jelasku padanya.

“iya leh, pemilik agen distributornya juga nggak bisa mengontrol kuli bongkar muat, mandornya diem aja. Ditegur kek gimana gitu,” kata Indra.

“Begitulah, ditambah lagi pelayan di agennya juga sama, ngelayaninnya asal. Yang penting cepet. Walaupun ada pemeriksaan/pengontrol tetap aja lolos barang yang rusaknya. Nih kayak yang kejadian sama saya ini leh,” tambah Indra.

“Capek juga bolak-baliknya,” pungkas Indra sebelum pamitan balik ke warungnya.

Oleh : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako.

News Feed