by

Lima Menteri Berkinerja Buruk Menurut IPO, Siapa Saja?

Hallobogor.com, Jakarta – Stidaknya ada lima nama menteri yang menurut masyarakat pantas diganti karena dinilai memiliki kinerja buruk.

Selain itu, isu korupsi, membuat kegaduhan di publik, dan ada konflik kepentingan juga memengaruhi penilaian publik.

 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menjelaskan, munculnya nama menteri itu merujuk kepada respons 42 persen responden yang menyatakan perlu ada perombakan kabinet Jokowi-Maruf.

BACA JUGA :  Kapolri Keluarkan Surat Edaran Penanganan Kasus UU ITE, Ini Isinya

“Ini cukup mengejutkan, sebab meski baru 100 hari, sebanyak 42 persen publik menyatakan pergantian menteri itu perlu.”

“Kemudian, 36 persen sebut tidak diperlukan dan 22 persen tidak menjawab,” ucap Dedi dalam pemaparan diskusi bertajuk “100 Hari Kabinet jokowi-Ma’ruf Amin” di Gondangdia, Sabtu (8/2/2020).

BACA JUGA :  Alasan IPW, Kenapa Oknum Polisi Koboi di Cengkareng Perlu Dihukum Mati

Survei yang digelar pada 10 Januari-31 Januari 2020 dengan memakai teknik wellbeing purposive sampling (WPS) terhadap 1.600 responden.

Validitas dagan dengan metode ini dalam rentang minimim 94 persen dan maksimum dan maksimum 97 persen.

IPO adalah lembaga survei yang bergerak di bidang media, demokrasi, dan isu gender sejak 2017.

BACA JUGA :  Tembak 4 Orang 3 Meninggal, Bripka CS Diberhentikan Secara Tidak Terhormat

Berikut daftar lima menteri Jokowi yang layak diganti versi survei IPO, yaitu :

  1. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly
  2. Menteri Agama, Fachrul Razi
  3. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate
  4. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo
  5. Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed