by

Mengabdi untuk Sukabumi, Niat Tulus Sang Pengusaha Sukses

Hallosukabumi.com, Palabuhanratu – Masyarakat Sukabumi mendambakan seorang pemimpin yang memiliki pengalaman, intgeritas dan niat yang kuat memajukan taraf hidup mereka. Sosok pemimpin yang didambakan masyarakat Sukabumi itu ada pada sosok Dedi Ruslan.

Muda, energik, beriman dan berkarisma. Empat kata inilah yang pantas disematkan kepada Dedi Ruslan (Deru) Bakal Calon Bupati Sukabumi 2020-2025.

 

Bagaimana tidak, di usinya yang masih tergolong muda, dia sudah berani dan siap mengorbankan masa depannya untuk memimpin Kabupaten Sukabumi. Itu berarti, dia juga telah siap mengorbankan harta, keluarga dan karirnya demi membangun dan memajukan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Baca : Dedi Ruslan, Lokomotif Usaha untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Tekadnya membangun Sukabumi berawal dari hasil pengamatannya terhadap nasib masyarakat Sukabumi yang tergolong masih belum sejahtera. Padahal menurutnya, ada banyak potensi yang bisa digali untuk membangun dan memajukan Kabupaten Sukabumi.

Sebut saja, potensi di bidang pertanian semisal padi. Sukabumi adalah daerah yang tergolong memiliki lahan pertanian nan subur, di samping seharusnya mampu menjadi daerah penyangga yang kuat terhadap Ibukota Negara DKI Jakarta.

Karena itulah Dedi menilai, Kabupaten Sukabumi saat ini sangat membutuhkan seorang pemimpin yang benar-benar mau membangun semua golongan dan semua lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Namun faktanya dia katakan, kondisi Sukabumi saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. “Mohon maaf, saya bukan tidak melihat sisi baiknya bupati sekarang, akan tetapi jika ada pemimpin yang lebih baik, mengapa tidak,” tegasnya.

Kesiapan Dedi maju sebagai Calon Bupati Sukabumi bukan hanya pepesan kosong. Dedi mengaku bermodalkan pengalaman selama 20 tahun menekuni industri manufaktur.

Pengalaman inilah yang menurutnya bisa dikembangkan di Sukabumi dan dimaksimalkan secara nyata.

”Berbicara kerja nyata, berarti kita harus mampu bekerjanyata dengan mengaplikasikan serta mengimplementasikan ilmu belajar kita di lapangan, bukan hanya omdo(omongan doang),” tegasnya.

Berdasarkan pengamatan media, selama 20 tahun ini Dedi memang telah membuktikan kerja nyatanya membangun daerah lain. Maka amatlah wajar, jika kemudian dia merasa terpanggil untuk membangun kampung halaman sendiri, yaitu Kabupaten Sukabumi.

“Kebetulan sebelum ada niat kembali membangun kampung halaman, saya memiliki bekal perjalanan yang nyata selama 20 tahun di dunia dunia industri membesarkan daerah-daerah lain.

Insya Allah mulai hari ini, saya ikrarkan untuk kembali ke Sukabumi hanya demi kepedulian, demi membangun Kabupaten Sukabumi dengan konsep yang nyata dan terasa jelas,” bebernya.

Sejauh mana penguasaan Dedi terhadap potensi Kabupaten Sukabumi? Dengan lugas dan tegas, Dedi mengatakan ada banyak potensi yang bisa digali di Kabupaten Sukabumi.

Sukabumi Penyangga Jakarta, Bandung dan Bogor

Sebut saja, sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Sukabumi dia tegaskan bisa menjadi daerah penyangga yang kuat dan hebat bagi Kota besar Jakarta, Bogor dan Bandung. Apalagi Sukabumi telah dilalui infrastruktur berkelas nasional seperti KRL. Kemudian, Jalan tol akan segera rampung dan rencana pembangunan bandara.

Maka menurutnya, soal pemberdayaan SDA dan SDM amatlah sangat mudah diberdayakan. Sebab semua potensi itu menurutnya tinggal dikemas dan dimaksimalkan, dengan satu tujuan yaitu agar Kabupaten Sukabumi tidak ketinggalan di banding daerah tetangga lainnya.

Itulah sebabnya, tekad Dedi memajukan masyarakat Kabupaten Sukabumi tak perlu menunggu jabatan Bupati. Januari kemarin, Dedi telah mendirikan sebuah yayasan bernama “Yayasan Aku Anak Indonesia” yang bertujuan untuk memajukan kemaslahatan umat. Dibawah naungan yayasan ini, Dedi menjalankan misi membangun rumah Inspirasi bernama “Indonesia Bangkit”.

Selain memiliki bekal pengalaman menjadi pengusaha sukses selama 20 tahun Dedi juga telah mempersiapkan sejumlah program memajukan Kabupaten Sukabumi. Sejumlah program unggulannya yang akan dia realisasikan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi adalah Program “Masyarakat Sejahtera dan Ekonomi Berdikari.”

Harus diakui, Dedi memang terlihat amat sangat berkomitmen dan fokus untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi menjadi makmur dan sejahtera.

“Program yang kami berikan kepada masyarakat Sukabumi masih banyak lagi dan itu merupakan program inti untuk mensejahterakan masyarakat menengah ke bawah Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

Di samping itu, Dedi juga menawarkan program yang tidak kalah penting lainnya yakni pembangunan rumah sejahtera dengan Dp 0%, pelayanan ambulan setiap desa, pendidikan tuntas terjangkau dan berkualitas.

“Ada satu lagi yang selama ini menjadi perdebatan yang tidak pernah ada selesainya, terkait kesejahteraan para guru, kami akan memberikan kesejahteraan guru yang dinamai guru sejahtera (GUS),” papar Dedi.

Atas dasar kondisi masyarakat Sukabumi mayoritas petani, Dedi jelas tidak akan melupakan program untuk mensejahterakan masyarakat petani Sukabumi. “Program yang saya gagas untuk para petani adalah program mageti, bantuan saprodi pertanian,” tambahnya.

Gaji untuk Masyarakat

Satu hal yang menarik dari Dedi adalah, dia menegaskan sebagai putra daerah, dia memiliki niat yang tulus serta berkomitmen untuk mengalihkan gajinya untuk kesejahteraan masyarakat apabila kelak terpilih menjadi bupati Sukabumi.

“Gaji saya itu, akan saya gunakan untuk pondok pesantren, panti asuhan dan untuk kaum duafa masyarakat Sukabumi,”tambahnya.

Selain itu, dia juga berniat akan membantu pemberian modal bahan baku serta membuat program pemasaran UMKM, serta menciptakan wira usaha muda.

“Satu lagi yang terpenting dalam program kami, adalah untuk menciptakan desa bersih yakni membuat program pendampingan hukum untuk Pemerintah Desa,” tuturnya.

Namun dalam soal merealisasikan programnya itu, Dedi pun berharap dukungan dari berbagai pihak teruitama dukungan masif dari lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Bila kami diberi amanah untuk memimpin Sukabumi kedepan, maka kami akan selalu berusaha dan konsisten dengan program yang sudah disampaikan kepada masyarakat Sukabumi,” pungkasnya.

Satu hal yang patut dibanggakan adalah, ternyata program Kang Dedi dipuji serta di akui oleh seorang tokoh pemuda nasional, yaitu Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Dalam sebuah kesempatan, Maruarar angkat bicara soal program ekonomi berdikari yang dicanangkan Dedi.

Marurar menilai, program ekonomi berdikari yang pernah diprakarsai dan diterapkan pada masa Presiden pertama RI, Soekarno, itu sangatlah pro rakyat.

“Secara umum, saya pikir semua program (ekonomi mandiri) membuat rakyat makin mandiri, berdikari dan punya harga diri, itu sangat bagus. Dan upaya-upaya itu selalu dilakukan pemerintah pusat, provinsi kabupaten/kota, bahkan ke desa-desa,” kata Ara.

Kendati demikian, Ara yang juga mantan anggota Komisi XI DPR RI mengingatkan, pentingnya komitmen dan kesadaran yang kuat dari masyarakat dan para pemangku kebijakan untuk merealisasikan program ekonomi berdikari.

“Jadi saya pikir program itu bagus, tapi kita juga tahu tantangannya banyak, tidak mudah, harus ada komitmen dan kesadaran masyarakat. Sementara (pemangku kebijakan) harus membangun sistem, keinginan kuat, kompetensi, tahu lapangan dan taat aturan main,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ara, harus ada perubahan mindset (pola pikir/mental) dari masyarakat maupun pemangku kebijakan agar program ekonomi mandiri dapat terealisasi sesuai target yang diinginkan untuk jangka panjang.

Dukungan Berbagai Pihak

Untuk menyampaikan ide serta gagasannya membangun Sukabumi, Dedi pun telah malakukan safari politik ke berbagai pihak. Awal tahun lalu, Dedi mengunjungi Selebriti sekaligus Anggota DPR RI asal Sukabumi Desy Ratnasari.

Meski bukan atas nama partai, Desy terlihat begitu antusias menyambut niat tulus Dedi yang bercita-cita membangun Kabupaten Sukabumi.

Desy menerima kedatangan Dedi Ruslan dengan suasana yang terasa penuh dengan tata krama kekeluargaan. Dalam pertemuan itu, Desy dan Dedi banyak berdiskusi tentang konsep pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Alhamdulillah, artis sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyatakan siap membantu Dedi untuk mendukung niat pengabdian Dedi maju sebagai calon Bupati Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, Dedi juga menyempatkan diri mendatangi Sekretariat Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (BAPPDA) Partai Gerindra di Jalan KH Ahmad Sanusi Ciseureuh, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di hari yang sama, Dedi juga mendatangi mendatangi Sekretariat Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (BAPPDA) PPP di Jalan Tipar km 7 Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kedatangan Dedi ke markas DPC Gerindra dan DPC PPP Kabupaten Sukabumi adalah untuk mendaftar sebagai calon bupati Sukabumi. Dedi berharap, kedua parpol tersebut bersedia meminangnya untuk maju sebagai calon bupati Sukabumi.

Dedi yang dikenal sebagai Tokoh pengusaha muda sukses, menyatakan diri siap dipinang oleh partai Gerindra dan PPP untuk maju sebagai calon bupati Sukabumi periode 2020-2025.

“Ini adalah panggilan hati, berbicara membangun Kabupaten Sukabumi merupakan keikhlasan dan berbicara apa yang ada dalam pikiran kita,” tegasnya kepada wartawan, 17 Januari lalu.

“Insya Allah, PPP akan mempertimbangkan saya untuk maju sebagai calon bupati Sukabumi. Secara pribadi, saya berdo’a dari pimpinan di DPC PPP dan kebijakan partai agar memperhitungkan dengan mendaftar saya sebagai calon bupati Sukabumi,” harapnya.

Selain melakukan safari politik, Dedi juga rajin bertandang ke beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Masih di awal tahun lalu, Dedi mengunjungi pondok pesantren Siqoyaturrahmah di bawah pimpinan KH Mudrikah Hanafi/Ama dan Tarbiyyatul Falah Al-Apandiyah yang didirikan oleh KH Apandi Yusuf (almarhum).

Kunjungannya ke beberapa pesantren adalah dalam rangka memperkuat hubungan silaturahmi dengan kaum ulama dan santri. Selama dua hari ini, Dedi bahkan sudah mengunjungi dua pondok pesantren.

Pesantren yang dikunjunginya pertama kali oleh pengusaha muda ini adalah Siqoyaturrahmah di bawah pimpinan KH Mudrikah Hanafi/Ama. Kemudian pesantren Tarbiyyatul Falah Al-Apandiyah yang didirikan oleh KH Apandi Yusuf (almarhum) di tahun 1962.

Dedi diterima diterima dengan hangat oleh Kiai Muda Dudi, putra dari Almarhum KH Apandi Yusuf, ketika berkunjung ke pondok pesantren Tarbiyyatul Falag Al-Apandiyah.

Siilaturahmi di kedua pondok pesantren tersebut, dirasakannya, penuh dengan nuansa kekeluargaan. Apalagi, Kabupaten Sukabumi identik dengan daerah pesantren, sehingga nuansa kunjungan tersebut juga begitu terasa agamis.

“Sambutan KH Mudrikah Hanafi dan Kiai Muda Dudi sangat luar biasa sehingga saya berkomitmen menjadi keluarga besar ponpes tersebut,” papar Kang Dedi.

Dedi mengaku akan terus melakukan kunjungannya ke pondok-pondok pesantren hingga ke wilayah lain di beberapa kecamatan Kabupaten Sukabumi. Sehingga hubungan silaturahmi antara dirinya dengan para ulama dan santri tidak pernah terputus.

“Insya Allah kalau kami mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Sukabumi 2020-2025 maka pemberdayaan ekonomi pesantren akan kita utamakan,” pungkas pria sederhana kelahiran tanah Sunda ini. (Tulisan ini dikutip dari majalah Indonesia Report, Edisi Agustus 2020)

News Feed