by

Pembeli adalah Raja, Eits Tunggu Dulu Penjelasannya ya

Hallosukabumi.com – Temen-temen pernah kan mendengar istilah, pembeli adalah raja.

Beberapa waktu yang lalu, ada cerita nih di warung. Awalnya sih ada mbak-mbak belanja di warung saya. Kebetulan yang melayani ibu saya.

 

Saya sendiri lagi melayani pelanggan lainnya.

Si mbak ini, minta dilayanin beli barang A, oleh ibu saya diambilin barangnya, sudah diambilin, dia urungkan. Lalu minta diambilin barang lainnya, oleh ibu saya diambilin lagi, eh diurungin lagi sama mbaknya. Ada yang sudah dipotong barangnya, juga diurungin.

Kebetulan saat itu lagi ramai orang belanja di warung saya.

Pembeli lainnya ngeliatin agak heran sama mbak ini.

Kemudian, ibu saya bilang ke dia, “mbak, coba diingat-ingat dulu, diyakinkan dulu mau beli apa? Biar nanti sekalian dilayaninnya,” kata ibu saya sembari merapikan barang permintaan dia yang nggak jadi itu.

Mbak itu ngomong, “pelanggan itu raja, mau beli apa saja ya terserah saya. Mau ganti-ganti barang ya nggak apa,”

“Maaf bukan begitu mbak. Saya kan harus melayani pembeli lainnya kasihan nunggu lama,” kata ibu saya.

Pelanggan lainnya yang sedang menunggu giliran ngeliatin saja. Memperhatikan mbak satu ini.

Saya lalu ambil alih pelayanan dari ibu setelah selesai melayani pelanggan lain, “saya aja mah,” kataku meminta kepada ibu agar saya saja yang melayani mbak itu.

Kemudian saya tanya dia, “Silahkan mbak mau beli apa?”

Singkat cerita, setelah semua barang kebutuhannya telah disiapkan dan dia bayar. Ia terus berucap, “dimana-mana pembeli itu raja!!”

Saya senyumin saja mbak itu. Pembeli lainnya yang ada di tempat duduk terlihat tidak begitu suka dan sedikit menggerutu, “duh raja sampe segitunya!”

Ketika orangnya pergi, pembeli lainnya ngomong, “mbak e mbak e pura-pura nggak tau ya kalau ada antrian. Nggak apa sih kalau pengen dilayanin setingkat raja. Tapi harus berani bayar lebih tinggi dong sama masnya. Jangan sampe mau dilayanin kayak raja atau ratu, tapi nggak berani bayar mahal, ini yang bikin kacau hahaha,”

Ternyata berdagang itu belajar praktek tentang rendah hati. Langsung praktek loh.

Bagi temen-temen yang berprofesi sebagai pedagang. Selamat berjuang hahaha

Oleh : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako.

News Feed