by

Wagub Minta Pemda Rehab Rutilahu yang Roboh Akibat Gempa

Hallosukabumi.com, Ciamis – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pemda merehab rumah tidak layak huni (rutilahu) karena rawan roboh jika terkena gempa bumi Pangandaran dan Ciamis. Gempa 5 SR terjadi di kawasan bertetangga pada Minggu (25/10/2020).

“Rumah yang rusak karena gempa ini pada umumnya rumah yang sudah tidak layak huni, seperti rumah yang (ditinjau) di Kabupaten Pangandaran dan Ciamis,” ungkap Kang Uu ditemui usai meninjau korban gempa di Sikuraja, Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2020).

 
BACA JUGA :  Hampir 15.000 KK Terdampak Banjir di 15 Kecamatan di Kabupaten Karawang

Wagub berdiri di dekat rumah milik Fatah Yasin, warga Sikuraja RT 02/09  Linggasari Ciamis. Rumah tua hanya berfondasikan kayu dengan dinding dari anyaman bambu (bilik). Saat getaran gempa terasa rumah Fatah langsung roboh.

Berkaca dari hal tersebut, Kang Uu mengimbau pemkab/pemkot segera merehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) melalui program pusat, provinsi, atau kab/kota sendiri. 

BACA JUGA :  Berkeliaran di Tol Jagorawi Pakai Motor, Seorang ODGJ Diamankan Petugas Polres Bogor

“Saya meminta kepada pemerintah daerah, ada beberapa program rumah tidak layak huni yang ada di kabupaten/kota, provinsi, bahkan juga di pusat, itu harus menjadikan skala prioritas untuk didaftarkan dan diberikan bantuan,” kata Kang Uu.

Kang Uu berharap peran aktif pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota dalam mendata warga yang harus dibantu dalam hal rutilahu harus ditingkatkan. 

Hal ini karena pemerintah provinsi tidak dapat menyalurkan bantuan tanpa ada pengajuan dari pemerintah daerah kabupaten/kota.

BACA JUGA :  Polres Bogor Berhasil Amankan 23 Tersangka Tindak Pidana Peredaran Narkotika

Selain itu, Kang Uu juga meminta agar masyarakat dapat membangun kesadaran dan solidaritas untuk membantu tetangganya yang membutuhkan bantuan. 

“Jangan sampai yang (rumahnya) bagus dapat bantuan program rutilahu, sementara yang sudah rusak dan lapuk karena pemiliknya tidak melek informasi dan tidak paham administrasi, akhirnya tidak mendapatkan bantuan,” tutup Kang Uu. (jbr)

News Feed